Bahaya Anak Menonton Pornografi

Bahaya pornografi pada anak dan remaja tidak boleh disepelekan. Apalagi di era digital ini, hampir setiap orang dapat mengakses berbagai konten melalui smartphone, tak terkecuali pornografi. 

Pornografi ibarat zat adiktif. Sebab pornografi bisa menimbulkan efek kecanduan pada seseorang, terlebih anak-anak. Kecanduan pornografi dapat membawa dampak negatif jangka pendek maupun panjang. Salah satu dampaknya seperti kerusakan pada bagian otak.

Berikut dampak negatif pornografi pada anak dan cara mencegahnya.

  1. Merusak otak
    Pornografi dapat menyebabkan kerusakan otak anak. Hal ini disebabkan karena bagian otak depan yang ada di otak anak belum matang dengan sempurna. Jika bagian otak ini rusak, anak dapat mengalami penurunan konsentrasi, sulit memahami benar dan salah, sulit berpikir kritis, sulit menahan diri, dan bahkan kesulitan merencanakan masa depan.
  2. Keinginan Mencoba dan Meniru
    Hal ini berkaitan dengan terpengaruhnya mirror neuron. Mirror neuron adalah sel-sel otak yang mampu membuat anak seperti merasakan atau mengalami apa yang ditontonnya, termasuk pornografi. Hal ini dapat mendorong anak untuk mencoba dan meniru apa yang dilihatnya.
  3. Merusak mental
    Dampak pornografi dapat menyebabkan anak mengalami gejala depresi, kurang bersosialisasi, menurunkan kedekatan emosional dengan keluarga dan cenderung berperilaku nakal.

Jika anak kita atau yang ada di sekitar ada indikasi kecanduan pornografi, lalu apa yang harus dilakukan? Ada sejumlah langkah yang perlu dicoba untuk mencegah ataupun memperbaiki anak-anak yang sudah kecanduan.

  1. Batasi konten yang bisa diakses dari smartphone dan awasi penggunaannya.
  2. Jangan sungkan beri anak pendidikan seks dengan menyatakan hal-hal yang harus mereka hindari, mulai dari organ vitalnya disentuh orang lain.
  3. Beri pengertian bahwa ada hal-hal yang tidak seharusnya mereka ketahui karena belum waktunya.
  4. Tunjukkan pada anak mengenai bahaya dari pornografi yang bisa berdampak buruk pada dirinya sendiri.
  5. Ajak anak melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti jalan-jalan, bermain game, olahraga atau sebagainya.
Pusat Informasi dan Edukasi Keluarga Bahagia

Copyright © 2024 Ceria Care